Metakognisi: Kemampuan yang Bertahan Seumur Hidup. Dan Bagaimana Montessori Membangunnya Sejak Usia Tiga Tahun

Ia menumpuk kubus demi kubus, mundur selangkah, lalu berhenti. Ada yang terasa tidak tepat. Namun, ia tidak memanggil gurunya. Ia juga tidak menyerah. Ia hanya memperhatikan menara itu dengan tenang, lalu mengambil dua kubus, dan mulai menyusunnya kembali. Tidak ada yang mengoreksinya. Tidak ada juga yang menyuruhnya mencoba lagi. Ia tahu sendiri, tanpa perlu diberitahu. […]