clean up time

Pendekatan Montessori Dalam Membiasakan Anak Untuk Bersih Bersih

Fakta: anak-anak suka sekali bermain dan membuat segalanya berantakan. Mereka mungkin saja masih kecil tetapi bisa menyebabkan kekacauan yang sangat besar. Sebagai orang tua, hal ini menjadi hal yang senantiasa kita harus hadapi. Namun, tahukah Anda bahwa kita sebenarnya dapat mengajari anak kecil untuk mengambil dan menyimpan mainan mereka?

Di lingkungan Montessori, anak-anak diajari bahwa membersihkan mainan sama pentingnya dengan waktu bermain dan belajar. Dengan penyesuaian sederhana, Anda dapat menggunakan kerangka kerja yang sama di rumah dan mengajari anak-anak Anda untuk membersihkan mainan sendiri. (teach your kids to clean up)

Jika Anda terus-menerus mengalah dan membersihkan mainan anak Anda, maka artikel ini cocok untuk Anda. Berikut adalah beberapa tips Montessori untuk mengajari anak-anak Anda membantu selama waktu bersih-bersih.

Mulai sejak dini

Anak balita suka membantu. Anda dapat menggunakan fakta ini dengan menjadikan kegiatan bersih-bersih sebagai aktivitas yang menyenangkan bersama anak Anda. Lakukan bersama-sama dan tunjukkan pada anak Anda cara menyimpan barang dengan benar. Jadikan ini rutinitas sejak usia dini.

Tetapkan ekspektasi Anda sejak awal

Anak-anak di kelas Montessori diajari untuk membantu sejak hari pertama. Mereka juga lebih bersedia untuk membersihkan karena aturan dan ekspektasi didefinisikan dengan jelas, sedangkan di rumah mereka biasanya bebas dan nyaman.

Mereka memahami bahwa mereka termasuk bagian dari komunitas kecil dengan para guru dan anak-anak lain. Mereka belajar bahwa ruangan ini untuk semua orang. Dengan demikian, mereka memahami pentingnya menjaga ruang kelas tetap bersih, rapi, dan aman.

Konsisten dengan ekspektasi Anda

Agar anak-anak dapat memenuhi harapan Anda, mereka perlu tahu persis apa yang diharapkan dari mereka. Di lingkungan sekolah, anak tahu persis apa yang diharapkan dari mereka. Itulah mengapa mereka mengikuti permintaan gurunya dan membersihkan diri mereka sendiri di sekolah. Namun, di rumah, mereka perlu mempelajari batasan-batasannya.

Jika anak Anda sedang mengerjakan proyek balok besar yang berlangsung berhari-hari misalnya, Anda bisa membiarkannya meninggalkan balok itu. Namun, dengan catatan bahwa rangkaian baloknya harus disimpan di tempat tertentu (di tutup kain misalnya) yang menentukan area kerja atau bermain mereka.

 

Berikan lingkungan yang asri dan teratur

Mulailah dengan menyediakan lingkungan yang asri, aman, dan teratur untuk anak Anda. Jika seorang anak kewalahan dengan banyaknya mainan, akan sangat sulit untuk meminta mereka membersihkan.

Siapkan tempat untuk semuanya

Anak-anak perlu tahu kemana perginya barang-barangnya, terutama mainannya. Mereka hanya dapat mengembalikan barang jika mereka tahu kemana mereka pergi. Jadi, Anda perlu memiliki tempat khusus untuk semuanya. Tetapkan anak Anda untuk sukses dengan membuat tempat-tempat ini jelas dan jelas.

Akan sangat membantu jika anak Anda dapat melihat barang-barang yang tersedia hanya dengan melihat rak. Dengan demikian, Anda bisa meletakkan mainan di keranjang bening, berbagai bahan di atas nampan, atau menyusun buku menghadap ke depan.

Batasi pilihan, putar pilihan

Dalam suasana Montessori, lebih sedikit tapi teratur selalu lebih baik. Inilah sebabnya mengapa Anda selalu dapat menemukan barang dan mainan minimal di ruang kelas Montessori.

Minimalkan apa yang tersedia untuk mereka pada satu waktu. Anak-anak lebih menikmati aktivitas atau mainan jika jumlahnya terbatas. Ini menginspirasi kreativitas mereka untuk bekerja dengan apa yang tersedia dalam berbagai cara dan lebih mengeksplorasi mainan mereka.

Jumlah yang Anda keluarkan tergantung pada anak – usia mereka dan yang lebih penting, minat mereka dalam membuang versus membersihkan diri sendiri.

Untuk mencegah beban berlebih, yang terbaik adalah sering-sering merotasi bahan dan keluarkan sedikit. Rotasi yang teratur juga membuat kegiatan dan mainan tetap menarik bagi mereka.

Jika suatu kegiatan melibatkan banyak bagian, gunakan paling sedikit jumlah yang dibutuhkan dan singkirkan sisanya.

Perkecil cakupan pekerjaan

Membersihkan mainan bisa membebani anak Anda, terutama jika ada banyak hal yang harus disingkirkan. Di sinilah pentingnya poin sebelumnya diterapkan.

Yang dapat Anda lakukan adalah memecah satu tugas besar menjadi tugas yang lebih kecil. Tunjukkan pada anak Anda harus mulai dari mana. Mungkin Anda bisa mengambil potongan yang lebih besar terlebih dahulu dan meletakkannya di keranjang, kemudian mengerjakan yang berikutnya, dll. Anda juga bisa membersihkan berdasarkan warna atau bentuk.

Jadilah panutan anak Anda

Anda sudah menjadi panutan anak Anda. Dia akan mengawasi Anda dan meniru hal-hal yang Anda lakukan. Jika Anda selalu menunjukkan kepada anak Anda untuk meletakkan mainannya kembali ke dalam kotak, dan buku-buku di rak, dia akan cenderung melakukan hal yang sama juga.

Tunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda menghargai hal-hal ini dan lingkungan Anda.

 

Jadikan itu kebiasaan

Semakin banyak Anda bersih-bersih dengan anak Anda, hal itu semakin menjadi rutinitas.

Ingatlah bahwa segala sesuatunya mungkin tidak selalu berjalan sesuai rencana, terutama dalam beberapa hari pertama, atau bahkan minggu-minggu awal. Ini adalah proses bertahap, jadi mulailah dari yang kecil lalu beri anak Anda sedikit lebih banyak tanggung jawab saat mereka mempelajari proses membersihkan mainannya. (learn the clean up process.)

3 Responses

  1. Hi there mates, its enormous piece of writing concerning
    teachingand completely explained, keep it up all the time.

    Also visit my web page; info are – tinyurl.com,

  2. We stumbled over here by a different web page and
    thought I should check things out. I like what I see so now
    i’m following you. Look forward to checking out your web page yet again.

    My webpage; info an (http://tinyurl.com/y75yq3cx)

  3. Ping-balik: My Homepage

Post a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.