fbpx

Pendekatan Montessori: Bagaimana Cara Menangani Kecemasan akan Perpisahan

Ketika anak-anak balita mulai mengikuti PAUD, hal tersebut akan sulit, baik bagi orang tua, anak, maupun guru. Sementara itu, masa tersebut merupakan sebuah fase yang menggembirakan untuk anak Anda, sebagaimana dunia mereka tentu akan berubah.

Memang ada anak-anak yang tidak mengalami kesulitan untuk mengucapkan selamat tinggal sejak hari pertama bersekolah. Di sisi lain, kebanyakan anak-anak mengalami yang namanya kecemasan akan perpisahan atau separation anxiety.

Kecemasan akan perpisahan adalah ketakutan yang lazim dan alamiah dialami oleh anak-anak setiap kali berpisah dengan orang tua mereka.

Kecemasan ini dapat muncul sejak usia 8 bulan dan berakhir ketika anak berusia kira-kira 2,5-3 tahun. Biasanya, perasaan ini akan dimunculkan dalam bentuk tangisan atau tantrum.

Membantu anak melewati masa perkembangan ini membutuhkan kerja sama antara orang tua dan guru.

Kali ini, saya akan membagikan kepada Anda, 5 metode untuk meredakan kecemasan akan perpisahan dengan melakukan pendekatan yang terinsiprasi dari metode Montessori.

Nomor 1: Persiapan untuk Menghadapi Perubahan

  • Sebagai guru, akan sangat baik bila Anda mengundang para orang tua untuk datang ke sekolah setidaknya seminggu sebelum sekolah dimulai.
  • Para orang tua, Anda akan memperkenalkan lingkungan sekolah yang baru kepada anak Anda:

“Nak, lihatlah sekolah barumu ini. Kamu belum akan tinggal di sini sekarang. Tapi beberapa hari lagi, mama akan mengantarkanmu ke sini dan menjemputmu lagi.”

  • Perkenalkan anak Anda kepada gurunya. Sementara itu, guru pun menyambut anak-anak dengan penuh kasih.
  • Izinkan orang tua untuk mengajak anak berjalan-jalan dan berorientasi di kelas barunya agar anak merasa akrab dengan lingkungan yang baru tersebut.
  • Para orang tua, saat Anda mengajak anak berjalan berkeliling di kelas barunya, tunjukkan hal-hal yang ada di dalam ruangan:

“Ini adalah lokermu, tempat kamu akan menaruh tasmu setiap hari. Nah, ini adalah rak sepatu tempat kamu menaruh sepatumu. Kalau ini adalah kamar mandi.”

  • Kemudian bagi para ibu, ketika meninggalkan sekolah, katakan sekali lagi,

“Apakah kamu ingat ke mana kita akan pergi minggu depan? Apa hal pertama yang akan kamu lakukan? Ya, betul. Kamu akan meletakkan tasmu di loker.”

  • Bicarakan dengan anak, seperti apa kalian akan berpisah saat di sekolah nanti.

“Kamu nanti akan memeluk dan mencium mama, katakan ‘Sampai jumpa, mama’, kemudian kamu akan pergi ke kelasmu dan memilih kegiatan apa yang akan kamu lakukan. Setelah itu, mama akan datang kembali untuk menjemputmu.”

Membicarakan setiap langkah sepert di atas tidak hanya akan memperkuat pemahaman anak akan rutinitasnya yang baru, tetapi juga memberikan anak informasi yang mereka butuhkan supaya dapat mengurangi kecemasan mereka. Dengan demikian, mereka akan lebih mampu mengendalikan kecemasan dan diri mereka sendiri.

Daripada merasakan kecemasan akan perpisahan, anak-anak akan merasa lebih siap dan tertarik untuk memasuki hal yang baru bagi mereka.

Nomor 2: Tenangkan Anak

  • Hibur dan tenangkan anak Anda bahwa mereka akan baik-baik saja ketika berjauhan dengan Anda.
  • Bicarakan hal-hal seru yang akan mereka lewati ketika Anda tidak ada di samping mereka dan berikan mereka ide-ide yang dapat mereka lakukan nanti.
  • Akui perasaan sedih mereka tetapi jamin bahwa Anda akan kembali untuk menjemput mereka.: “Mama tahu kamu sedih, tapi mami akan kembali 5 menit lagi.” Katakan ini dengan tenang tanpa emosi.

Nomor 3: Pertegas kedatangan Anda dan ucapkan selamat tinggal dengan singkat

  • Ketika Anda kembali ke kelas sesudah 5 menit, turunlah agar mata Anda selevel dengan anak dan berikan mereka pelukan.
  • Tatap mata mereka dan katakan: “Lihat, seperti yang sudah mama katakan, mama akan kembali lagi.”
  • Sekarang, katakan bahwa Anda akan pergi dan kembali lagi dalam 2 jam untuk menjemputnya.
  • Katakan selamat tinggal dengan singkat, meskipun anak menangis. Ini memang bagian yang terberat.

Kebanyakan orang tua merasa bahwa mereka tidak bisa pergi selama anaknya masih menangis – tentu ini tidak akan terjadi.

Anak Anda akan terus menangis selama Anda masih ada di sana. Mereka hanya akan berhenti menangis setelah Anda pergi. Dalam hal ini, kehadiran Anda hanya akan memperpanjang air mata mereka.

Ingatlah untuk selalu tampil positif dan ceria. Anak Anda akan mengikuti emosi Anda dan bahkan bahasa tubuh Anda. “Bila mama saja takut untuk meninggalkan saya di sini, pasti ada sesuatu yang salah dengan tempat ini!” Jangan sampai anak Anda mengambil isyarat ini dari Anda.

Sebaliknya, datanglah ke sekolah dengan ceria. Tunjukkan beberapa hal yang Anda lihat saat pertama kali datang ke sekolah. Ingatkan mereka tentang jadwal di sekolah yang pernah Anda diskusikan dengan anak .

Nomor 4: Bawalah sesuatu dari rumah

Guru, adalah baik bagi Anda untuk mengizinkan anak-anak membawa sesuatu dari rumah – foto keluarga atau tanaman.

Ajak mereka untuk membawa sendiri objek itu ke dalam kelas dan memilih di mana itu akan diletakkan.

Ketika mereka meletakkan benda milik mereka di tempat yang baru, dalam sekejap mereka akan merasa menjadi bagian dari tempat tersebut dan menumbuhkan rasa memiliki dalam diri mereka.

Untuk membuat ini berjalan dengan lancar dan mudah, ingatlah selalu beberapa hal di bawah ini:

  • Para orang tua dan guru harus menjalin komunikasi yang baik selama masa transisi ini. Kerja sama antara orang tua dan guru akan membantu anak Anda melewati masa transisi dengan lebih cepat dan mudah.
  • Orang tua – percayalah kepada sekolah dan guru-guru anak Anda. Mereka bekerja secara profesional. Mereka telah menghadapi fase ini bertahun-tahun dan mereka pasti akan memberikan anak Anda rasa nyaman dan ketenteraman sebagaimana dibutuhkan. Pada waktunya nanti, rasa aman dalam diri anak Anda akan bertumbuh dan mereka akan melewati masa transisi ini dengan mudah.
  • Para ibu, tetaplah konsisten pada saat mengantar anak Anda setiap hari. Masa-masa transisi ini adalah perubahan besar untuk anak Anda.


Apabila kita memberikan rutinitas yang tetap dan dapat dimengerti, maka anak-anak akan dapat mengetahui apa yang akan mereka lalui dari waktu ke waktu. Hal ini tentu akan memberikan mereka rasa aman. Melakukan hal yang sama setiap hari akan memberikan rasa aman yang mereka butuhkan untuk dapat berkembang dan maju.

Sesungguhnya, saya harap saya dapat mengatakan bahwa masa transisi ini mudah dan tanpa air mata. Akan tetapi, hal ini memang tidak sesederhana itu. Tapi tahukah Anda? Tidak apa-apa bila anak Anda menangis saat Anda pergi. Ini adalah salah satu bagian dalam proses perkembangan mereka.

Tentu Anda telah bersusah payah sampai memilih sekolah itu menjadi tempat anak Anda bersekolah. Guru-guru akan melakukan yang terbaik dan anak Anda pun akan melakukan hal-hal yang hebat di sana.

No Comments

Post A Comment