Siapa yang ingin sekali anaknya fasih berbahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris? Tentu banyak sekali orang tua menginginkannya. Bahkan, sekolah-sekolah sekarang memperkenalkan bahasa asing lainnya seperti Mandarin kepada anak usia dini karena percaya anak pada usia 0-6 tahun memiliki periode sensitif bahasa yang membuat mereka menyerap dan menguasai bahasa asing dengan cepat. Bagaimanakah metode Montessori mengajarkan bahasa Inggris kepada anak usia dini? Yuk, kita jelajahi bersama.
Aktivitas Pra-Bahasa
Dokter Maria Montessori percaya bahwa anak usia dini sangat cepat menyerap bahasa. Akan tetapi, semua tentua ada tahapannya sesuai dengan perkembangan usia mereka. Kita tidak menuntut anak usia 2 tahun untuk bisa membaca dan menulis karena pada dasarnya, secara fisik dan tumbuh kembang mereka belum memadai untuk melakukannya. Lantas, apa yang Montessori lakukan? Montessori melalui kegiatan Keterampilan Hidup dan Sensorial sejatinya sedang mempersiapkan anak belajar bahasa.
Area Keterampilan Hidup
Kegiatan pada area ini memberikan paparan kosakata yang cukup banyak kepada anak baik itu kata kerja (menyendok, menuang, memindahkan) maupun kata benda (mangkuk, sendok, teko). Selain itu cara kerja aktivitas Keterampilan Hidup selalu dilakukan dari kiri ke kanan membiasakan indera penglihatan anak untuk otomatis bekerja demikian saat belajar membaca nantinya. Selain itu, beberapa material seperti pipet dan penjepit juga secara tidak langsung mempersiapkan jari mereka untuk memegang alat tulis dengan benar.
Area Sensorial
Area Sensorial ini sangat berperan penting khususnya dalam persiapan menulis anak. Melalui penggunaan material Sensorial, anak sedang menyempurnakan kelembutan sentuhan,
mengembangkan kemampuan untuk memegang pensil dengan pegangan menjepit yang benar, dan menghasilkan gerakan menulis yang halus dan mengalir. Material seperti Knobbed Cylinder secara khusus menolong anak untuk mengembangkan kemampuan menulis dengan gerakan menjepit menggunakan ujung ibu jari dan telunjuk (pincer grip). Selain itu koordinasi mata dan tangan pun berkembang mempersiapkan mereka untuk membaca dan menulis.

Aktivitas Pendukung Literasi
Selain material pada area Keterampilan Hidup dan Sensorial, kegiatan belajar di sekolah Montessori dirancang untuk mendorong kemampuan bahasa. Aktivitas seperti permainan, lagu dan rima, membaca buku cerita, musik dan gerak, drama dan panggung boneka menjadi sarana yang menarik untuk mengenalkan bahasa kepada anak.
Tiga Material Dasar Bahasa
Ada tiga material dasar dalam area Bahasa yaitu: Sandpaper Letters, Metal Insets, dan Large Movable Alphabet.
Sandpaper Letters
Dr. Maria Montessori sungguhlah brilian ketika menciptakan material ini. Belajar huruf terasa begitu konkret pada pengalaman taktil dan visual anak. Ketika jari-jari menyentuh dan menyusuri Sandpaper Letters, saraf-saraf jemari yang begitu sensitif itu mengirimkan sinyal kepada otak tentang bentuk huruf tersebut. Jika hal ini terus diulang, maka akan tercipta memori pada otot-otot jari dan tangan akan bentuk huruf tersebut. Ketika, direktris Montessori menggunakan material ini untuk mengenalkan bunyi fonik tiap huruf, maka anak juga akan mengasosiasikan bentuk dan bunyi huruf.
Metal Insets
Anak-anak menyukai material ini, karena mereka bisa bereksplorasi dengan alat tulis tanpa merasa dipaksa menulis. Material ini bermanfaat untuk
- mengembangkan otot jari anak sehingga dapat memegang pensil dengan benar,
- mengembangkan kontrol dan ketepatan gerakan dengan fleksibilitas
- memberikan pengalaman: gerakan berlawanan arah jarum jam, garis lurus sejajar ketika mengisi bentuk dari atas ke bawah, dengan goresan dari kiri ke kanan.
Semua hal tersebut melatih jari anak untuk menulis tanpa memaksa dia untuk menulis huruf berulang-ulang.
Large Movable Alphabet
Sebelum anak belajar membaca, anak akan belajar membangun kata menggunakan material ini. Tanpa menunggu anak lancar menulis, kegiatan membangun kata sudah dapat dimulai dengan menggunakan material ini. Pada aktivitas membangun kata, asosiasi bentuk dan bunyi huruf dilatih untuk mempersiapkan mereka untuk bisa membaca.

Seri ‘Berwarna-Warni’ Montessori
Pink, Blue dan Green Series
Tinjaulah rak area Bahasa pada kelas Montessori dan Anda akan menemukan berbagai macam kotak warna-warni: merah muda, biru, hijau, merah, hitam, biru tua. Pada pembelajaran bahasa Inggris, Montessori mengelompokkan menjadi tiga kategori yaitu Pink, Blue dan Green Series.
- Pink Series adalah kata-kata fonetik tiga huruf.
- Blue Series adalah kata-kata fonetik yang lebih panjang dengan perpaduan huruf.
- Green Series adalah kata-kata dengan pola fonogram – perpaduan hutuf yang membentuk bunyi baru.
Semua seri tersebut disajikan mengikuti prinsip Montessori yaitu Konkret ke Abstrak. Anak-anak bereksplorasi dengan objek nyata baru kemudian gambar sebagai representasi kata dan kalimat.
Kesimpulan
Belajar bahaa bisa sedemikian meyenangkan jika disajikan melampaui kertas dan alat tulis. Anak-anak yang bereksplorasi dengan material Montessori mengalami kepuasan pada indera mereka dan membuat mereka tertarik untuk menjelajahi bahasa dengan antusias karena pengalaman belajar bahasa dengan metode Montessori sungguhlah konkret dan memberikan pengalaman yang berwarna.
FAQ
Metode Montessori mendukung pembelajaran bahasa melalui kegiatan konkret seperti Keterampilan Hidup dan Sensorial, serta material seperti Sandpaper Letters dan Large Movable Alphabet yang membuat belajar bahasa menyenangkan dan interaktif.
Material seperti Sandpaper Letters, Metal Insets, dan Large Movable Alphabet membantu anak mengenal huruf, melatih motorik halus, dan membangun kata sebelum mereka menulis.
Ya, Montessori sangat cocok mengajarkan bahasa asing karena menggunakan kegiatan yang memperkenalkan kosakata dan pola bahasa secara konkret dan menyenangkan di usia sensitif anak.