Mother and daughter reading a book together, smiling and showing warmth and joy in the enjoyable read-aloud moment.

Peran Membaca Nyaring untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi dalam Pendidikan Montessori

Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah, “Buku adalah Jendela Dunia”. Jika buku adalah jendela dunia, maka membaca adalah cara membukanya. Jika Anda adalah orang tua, sudahkah Anda mulai membacakan buku untuk anak? Seberapa seringkah Anda membacakan buku kepada anak Anda? Lantas, bagaimanakah cara Anda membacakan buku tersebut? Buku menyimpan banyak hal menarik, namun jika anak yang belum bisa membaca tidak menangkap hal menarik itu melalui pembacanya, maka ia bisa saja kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas membaca. Yuk, kita gali lebih dalam tentang kegiatan membaca nyaring!

Membaca Nyaring dan Literasi

Literasi adalah keterampilan yang sangat penting bagi anak. Literasi adalah kemampuan untuk membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan untuk dapat berkomunikasi secara efektif. Akan tetapi, kemampuan ini bukanlah hal yang mudah karena konsep bahasa merupakan hal yang abstrak. Anak-anak perlu mengalami pengalaman yang menyenangkan untuk dapat mencintai dunia literasi dan menggunakannya. Salah satunya melalui mendengarkan cerita!

Bagi Anda yang sudah mahir membaca, membaca dalam hati atau membaca diam (silent reading) adalah hal yang pasti Anda lakukan ketika membaca. Namun, bagi anak yang belum bisa membaca – tetapi sebenarnya tertarik dengan bentuk dan isi buku – bagaimanakah mereka bisa ikut serta dalam kegiatan membaca? Jawabannya adalah membaca nyaring (reading aloud)!

Membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan melafalkan kalimat-kalimat yang tertulis dalam buku sampai pendengar dapat mendengarkannya dengan jelas. Ketika anak turut menyimak isi buku sambil mendengarkan suara kita membacakannya, maka anak tersebut pada hakikatnya sedang membaca. Dengan demikian, jika menggunakan metode ini maka anak-anak sudah ‘bisa’ membaca sedari dini – bahkan bayi!  

Ibu yang penuh kasih membacakan buku untuk dua anaknya, menciptakan momen kebersamaan dan menumbuhkan kecintaan pada membaca melalui kegiatan membaca nyaring yang edukatif.

Manfaat Membaca Nyaring

Merangsang Kinerja Sel Otak

Anak-anak usia dini (0-6 tahun) sering disebut berada dalam masa keemasan (golden age). Mengapa demikian? Salah satu alasannya adalah kondisi prima otak yang memiliki sel-sel otak yang aktif dan cepat bertumbuh sehingga rangsangan yang tepat pada usia ini akan mengoptimalkan perkembangan otak. 

Dalam perspektif Montessori, anak-anak usia dini sedang mengalami periode sensitif pada indera mereka. Kegiatan membaca nyaring memberikan rangsangan pada indera pendengaran dan penglihatan anak. Rangsangan ini diterima sel-sel otak sebagai stimulasi untuk menghubungkan sel-sel dalam otak secara aktif. 

Membangun Fondasi Bahasa

Dalam pendidikan Montessori, jauh sebelum anak-anak belajar di area Bahasa menggunakan seri Merah Muda, Biru Muda dan Hijau, anak-anak selalu dipersiapkan dengan aktivitas Bahasa Lisan salah satunya adalah Bercerita dan Membaca Nyaring. Kegiatan ini memberikan model cara pelafalan yang baik dan benar, memperkaya kosakata, dan secara tidak langsung anak akan terpapar dengan penggunaan struktur kalimat yang benar. 

Meningkatkan Konsentrasi dan Keterampilan Mendengarkan

Membaca Nyaring mendorong anak untuk diam sejenak, menunda bicara dan mendengarkan. Dengan demikian, mereka sedang memaksimalkan kinerja indera pendengaran untuk menangkap isi cerita yang disampaikan. Jika keterampilan ini semakin diasah, maka rentang fokus dan konsentrasi anak pun akan meningkat.

Merangsang Kreativitas dan Imajinasi

Sekalipun buku cerita fantasi tidak digunakan dalam pendidikan Montessori, kegiatan membaca nyaring dapat merangsang kreativitas dan imajinasi ketika cerita dibawakan dengan cara-cara yang unik dan menyenangkan. Penggunaan ilustrasi, intonasi suara dan aktivitas setelah membaca, dapat membantu anak mengembangkan imajinasi mereka. 

Menyalurkan Pesan Moral dan Pelajaran 

Banyak buku cerita memiliki pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang sangat baik untuk anak-anak. Namun jika buku tersebut hanya dilihat gambarnya oleh anak tanpa dibacakan, anak-anak akan kehilangan ‘harta karun’ tersebut. Tidak hanya menyampaikan pesan moral, kita juga dapat menjelaskan materi sains dan matematika yang termuat oleh buku cerita tertentu melalui membaca nyaring. 

Cara Membaca Nyaring

Membaca nyaring dapat memberikan manfaat yang optimal jika dilakukan dengan tahapan-tahapan yang benar. Apa saja tahapan-tahapan itu?

Pilih Buku yang Sesuai untuk Anak

Pilihlah buku yang sesuai tumbuh kembang anak. Anak-anak yang lebih muda tentu memiliki rentang konsentrasi yang lebih singkat, jadi sebaiknya pilihlah buku yang tidak terlalu panjang dengan 1-3 kalimat per halaman. Buku-buku yang memiliki ilustrasi gambar yang indah dan detail yang menarik, dapat menjadikan sesi membaca nyaring lebih hidup. 

Bacalah Terlebih Dahulu 

Tentu Anda perlu membaca buku terlebih dahulu sebelum membacakannya kepada anak Anda. Anda perlu memastikan buku memiliki penokohan dan alur cerita dengan nilai-nilai yang positif dan tidak menggunakan kalimat atau cerita yang membingungkan. Dengan membaca terlebih dahulu, Anda dapat mempersiapkan penekanan dan variasi yang diperlukan. 

Gunakan Intonasi Suara yang Menarik

Ubahlah nada dan volume suara Anda untuk menyesuaikan dengan aksi di dalam cerita. Melalui suara dan olah tubuh Anda, tunjukkanlah bahwa Anda sedang bersemangat menceritakannya, sehingga anak-anak akan merasakannya juga. Intonasi tinggi dan rendah, keras dan lembut membuat suasana lebih dinamis.

Ajak Anak Berpartisipasi & Berdiskusi

Anak-anak usia dini yang suka bergerak akan bersemangat jika menjadi bagian aktif dalam cerita. Jika tokoh di buku melompat, ajak mereka melompat. Jika ada seekor singa dalam cerita, ajaklah mereka mengaum seperti singa. Partisipasi aktif seperti ini memperpanjang rentang konsentrasi mereka untuk menyimak dan tetap tertarik mendengarkan cerita hingga selesai. Diskusikanlah karakter-karakter dalam buku, misalnya apa yang tokoh ini rasakan dan pikirkan. Ajukan pertanyaan, “Jika kamu menjadi si Raja, apa yang akan kamu lakukan?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan merangsang keterampilan emosi dan menyelesaikan masalah (problem solving).

Ibu dan anak laki-laki asyik membaca buku bersama, sang ibu menirukan suara-suara dalam cerita dengan penuh semangat, menghadirkan pengalaman membaca nyaring yang imersif dan menyenangkan.

Membaca Nyaring dalam Pendidikan Montessori

Membaca nyaring adalah hal yang sehari-hari dapat kita jumpai dalam kelas Montessori. Dr. Maria Montessori menyadari pentingnya kegiatan ini karena anak-anak mengalami periode sensitif bahasa dari usia 0-6 tahun. Artinya, kegiatan membaca nyaring dapat dimulai sedini mungkin bahkan saat anak masih bayi. 

Kelas Montessori selalu memiliki rak buku terbuka untuk memudahkan anak mengakses buku secara mandiri. Guru Montessori akan membacakan nyaring buku-buku dan bahkan menyediakan aktifitas seni dan kerajinan tangan untuk memberikan kesan yang lebih dalam terkait isi cerita dan pesan dari buku.

Kegiatan membaca nyaring ini menjadi pondasi awal bagi anak-anak memperkaya kosakata, mengembangkan kesadaran fonemik dan memahami urutan struktur kalimat yang benar. Pendidikan Montessori menilai kegiatan membaca nyaring sebagai proses “persiapan” yang penting dalam mengembangkan kemampuan literasi anak. Persiapan tidak langsung yang dilakukan secara konsisten dapat menolong anak lebih siap dalam mempelajari sesuatu. Membaca nyaring menjadi persiapan tidak langsung untuk anak-anak menguasai keterampilan menulis dan membaca nantinya.

Mari, membaca nyaring bersama anak-anak. 

FAQ

Membaca nyaring adalah kegiatan membacakan buku dengan suara keras kepada orang lain, terutama anak-anak. Kegiatan ini memungkinkan anak untuk “membaca” dan memahami cerita meskipun mereka belum bisa membaca sendiri.

Membaca nyaring bagaikan jendela dunia bagi anak, membuka gerbang literasi dan kecintaan membaca. Manfaatnya berlimpah, mulai dari meningkatkan keterampilan literasi, menumbuhkan imajinasi dan kreativitas, hingga memperkuat ikatan orang tua-anak.

Membaca nyaring dapat dimulai sejak bayi. Sejak lahir, bayi sudah terpapar bahasa melalui suara orang tua dan orang di sekitarnya. Membacakan cerita dengan suara yang lembut dan penuh kasih sayang dapat membantu perkembangan otak dan bahasa bayi. Saat anak mulai besar, pilihlah buku-buku yang sesuai dengan usia dan minatnya.

Montessori Diploma 3-6 Years Online Course
Montessori Lower Elementary 6-9 Years Certificate Course
Montessori Certificate 3-6 Years Online Course
Short Certificate Courses 2-6 Years for Parents and Educators