Sensitive Period for large movement Montessori

Dua Belas Rahasia Montessori – #4 Periode Sensitif

Para pendidik Montessori mengenal sebuah istilah yang disebut dengan periode sensitif pada metode Montessori. Periode ini mengacu pada tahapan tertentu dalam perkembangan anak. Hal ini diperkenalkan pertama kali oleh Dr. Maria Montessori, di mana dia mengaitkan setiap periode sensitif dengan dorongan batin yang ditunjukkan oleh anak. Menurut Montessori, penting untuk mengenali dorongan batin tersebut agar pendidik dan orang tua dapat memaksimalkan motivasi dan potensi selama tahapan unik ini berlangsung.

Apa itu Periode Sensitif Montessori?

Konsep periode sensitif pada metode Montessori mengacu pada kemampuan anak dalam memotivasi diri sendiri untuk belajar dari lingkungannya. Ide ini dipinjam dari ilmu biologi alam di mana terdapat kepercayaan bahwa setiap anak belajar berdasarkan dua hal, yaitu fisik dan psikis.

Desain genetik dari fisik seorang anak menentukan karakteristik fisik mereka, seperti tinggi badan, warna rambut, dan sebagainya. Sementara itu, aspek psikis dari perkembangan anak adalah asal mula gagasan tentang periode sensitif. Hal ini mengacu pada kecenderungan anak untuk belajar mengenai urutan, gerakan, bahasa, membaca, menulis, dan sebagainya.

Untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana periode sensitif ini bekerja, berikut adalah rangkuman periode sensitif dalam kehidupan seorang anak:

 

  1. Periode Sensitif terhadap Motorik Kasar – dari lahir hingga usia 2,5 tahun

Periode sejak seorang anak lahir sampai mereka mencapai usia dua setengah tahun merupakan periode sensitif terhadap gerakan. Hal ini dapat terlihat pada tahap bayi ketika anak Anda beralih dari berbaring telentang ke berguling, merangkak, dan kemudian berdiri. Saat anak Anda mencapai tahap balita, mereka terus belajar gerakan dari berjalan ke berlari, serta belajar keseimbangan dan koordinasi.

 

  1. Periode Sensitif terhadap Benda Kecil – usia 1-3 tahun

Salah satu hal yang perlu disadari oleh orang tua adalah bahwa balita mengembangkan rasa ingin tahu terhadap benda-benda kecil. Jika mereka menemukan suatu benda kecil, mereka akan mengambil dan mempelajarinya. Mengawasi anak juga merupakan hal yang penting, karena benda-benda kecil ini bisa berbahaya, misalnya bisa membuat anak tersedak. Beri mereka kesempatan untuk berinteraksi dengan benda-benda kecil dengan aman karena hal tersebut sangat baik untuk perkembangan mereka.

 

  1. Periode Sensitif untuk toilet training – usia 1 hingga 2,5 tahun

Ini adalah saat ketika anak-anak menyadari fungsi tubuhnya – salah satunya berkaitan dengan buang air kecil dan buang air besar. Gunakan kesempatan ini untuk mengajari anak Anda cara menggunakan toilet karena kemungkinan besar mereka juga pandai meniru orang dewasa pada tahap ini.

  1. Periode Sensitif terhadap Keteraturan– usia 1 hingga 4 tahun

Pada periode ini anak Anda akan berusaha keras, jadi gunakan kesempatan ini untuk mengajari mereka cara mengatur diri. Balita juga mulai mendambakan rutinitas karena hal itu dapat memberikan rasa aman di lingkungan mereka.

 

  1. Periode Sensitif terhadap Tata Krama dan Sopan Santun – usia 2 hingga 6 tahun

Ini adalah waktu terbaik untuk mengajari anak Anda tentang sikap sopan dan perilaku lainnya. Ini juga saat di mana mereka mulai menginternalisasi karakteristik-karakteristik tersebut untuk membentuk kepribadian mereka; karenanya, ini adalah tahapan penting dalam perkembangan anak Anda.

 

  1. Periode Sensitif untuk Penyempurnaan Indra – usia 2 hingga 6 tahun

Periode ini adalah saat di mana anak Anda mengembangkan ketertarikan terhadap pengalaman sensorik. Mereka akan mulai mengeksplorasi suara, tekstur, rasa, bau, dan bagian tubuh mereka sendiri.

 

  1. Periode Sensitif untuk Menulis – usia 3 hingga 4 tahun

Pada tahapan perkembangan ini, mereka mulai lebih akurat dalam mengidentifikasi huruf dan angka. Mereka juga akan menunjukkan minat untuk dapat menuliskan karakter-karakter tersebut atau menggunakan pensil.

 

  1. Periode Sensitif untuk Membaca – usia 3 hingga 5 tahun

Periode sensitif untuk menulis biasanya tumpang tindih dengan periode sensitif untuk membaca. Anak Anda akan menunjukkan minat spontan dalam pembentukan kata-kata. Ini adalah waktu terbaik untuk membacakan buku pada mereka terus-menerus.

  1. Periode Sensitif terhadap Bahasa – dari lahir hingga usia 6 tahun

Sejak anak Anda lahir, mereka mulai belajar bagaimana menggunakan bahasa. Binalah anak Anda pada periode sensitif ini dengan memberi mereka material pembelajaran yang dapat memperluas kosa kata dan meningkatkan kemampuan pemahaman mereka.

 

  1. Periode Sensitif terhadap Hubungan Spasial – usia 4 hingga 6 tahun

Pada tahapan ini, anak Anda mulai membentuk kesan tentang ruang di sekitar mereka. Misalnya, mereka dapat mengidentifikasi tempat-tempat tertentu di lingkungan Anda, seperti taman, yang mungkin mereka kunjungi untuk berjalan-jalan atau bermain. Mereka mulai membentuk keakraban dengan lingkungannya.

 

  1. Periode Sensitif terhadap Musik – usia 2 hingga 6 tahun

Ini adalah tahapan dalam perkembangan anak di mana mereka mulai mengenali suara, melodi, dan ritme. Binalah anak Anda dengan memainkan musik untuk mereka atau membiarkan mereka bereksplorasi dengan alat musik.

 

  1. Periode Sensitif terhadap Matematika – dari lahir hingga usia 6 tahun

Ini adalah saat di mana anak Anda mulai mengukur objek. Mereka dapat mulai berhitung dan memasangkan benda atau mainan bersama-sama.

 

Menggunakan pedoman pada periode sensitif Montessori akan memungkinkan orang tua dan pendidik untuk mengembangkan lingkungan yang dipersiapkan. Hal tersebut dapat memfasilitasi pembelajaran di setiap tahapan perkembangan. Ini adalah cara terbaik untuk mendukung minat anak Anda dalam belajar serta untuk membantu perkembangan kognitif dan motorik mereka.