A Mother Taking Her Child to School for the First Time

Cara Memilih Sekolah Montessori yang Tepat untuk Anak Anda

Kata ‘Montessori’ tidak terdengar asing, bukan? Kemudahan akses informasi di dunia digital menjadikan paparan informasi terkait Montessori meningkat di kalangan orang tua khususnya orang tua anak usia dini. Terlepas dari pemahaman akan Montessori yang benar atau tidak, Montessori mendapat citra positif di mata orang tua dan pendidik. Oleh karena itu, Pendidikan Montessori menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pendidikan bagi anak. 

 

Sekolah Montessori sendiri saat ini telah ‘menjamur’ dimana-mana di Indonesia. Namun, pada kenyataannya tidak semua sekolah Montessori menerapkan filosofi Montessori yang sesungguhnya. Keberadaan elemen Montessori seperti material pembelajaran tidak lantas menjamin sekolah tersebut otentik. Lantas, bagaimana cara memilih sekolah Montessori yang tepat?

Aspek Sekolah & Guru

Guru dengan Latar Belakang Pendidikan Montessori

Peran guru dalam pendidikan Montessori adalah sebagai fasilitator. Namun, bukan berarti setiap orang dengan gelar pendidikan bisa menjadi guru sekolah Montessori yang berkualitas. Sekolah Montessori yang otentik memiliki tenaga pengajar yang pernah mengenyam pendidikan dan pelatihan Montessori. Mengapa? Pendidikan Montessori memiliki filosofi yang mendalam dalam mengembangkan kurikulum yang berdasar pada tumbuh kembang anak. Selain itu, Dr. Maria Montessori secara teliti mendesain material pembelajaran dengan tujuan dan cara penggunaan yang spesifik. Tanpa adanya pendidikan dan pelatihan Montessori yang jelas, maka pembelajaran bisa kehilangan arah dan esensinya. 

Interaksi Positif Seluruh Anggota Sekolah 

Dalam lingkungan Montessori, anak tidak hanya belajar dengan guru di dalam kelas. Seluruh interaksi dalam komunitas sekolah –  antar anak, guru, kepala sekolah dan staf – melatih keterampilan sosial mereka. Oleh karena itu, bukan hanya guru saja, staf lain di sekolah juga harus mencerminkan tata krama yang mendukung interaksi penuh rasa hormat satu dengan yang lain. 

Seorang Guru Montessori Sedang Menunjukkan Kelas Montessori

Aspek Kelas 

Ruangan yang Memadai, Rapi dan Indah

Luas ruangan kelas Montessori haruslah memadai untuk mengakomodasi gerak anak untuk berjalan, berpindah dan bekerja. Setiap anak memiliki hak untuk menggunakan alas kerja di lantai sehingga ruangan yang sempit tentu menghalangi proses ini terjadi. Selain itu, setiap material memiliki alokasi tempat masing-masing dan selalu dalam keadaan rapi. Keindahan juga merupakan ciri khas kelas Montessori yang memberikan efek menenangkan sehingga anak tidak kelebihan stimulasi oleh karena penggunaan warna, poster dan dekorasi. Pencahayaan alami pada ruangan kelas menjadi prioritas utama. Biasanya, sekolah Montessori juga memiliki taman kecil dan area tertentu untuk memelihara hewan dan tanaman. 

Kelas dengan Ragam Usia (Mixed-age Classroom)

Jika sekolah ‘Montessori’ yang Anda kunjungi mengelompokkan anak sesuai dengan usianya dalam satu kelas, maka sekolah ini bukanlah sekolah Montessori yang otentik. Ciri khas utama kelas Montessori adalah pengelompokan anak dalam rentang tiga tahun. Anak-anak dikelompokkan berdasarkan usia berikut: 3-6 tahun, 6-9 tahun dan 9-12 tahun. Pengaturan kelas yang demikian mengijinkan interaksi antar anak yang dinamis dimana guru bukanlah pusatnya. Anak-anak yang lebih kecil belajar secara alami dengan mengamati anak-anak yang lebih dewasa. Sebagai gantinya, anak yang lebih dewasa memperdalam pemahaman mereka dengan pengulangan dan melatih keterampilan memimpin.

Siklus Kerja tanpa Interupsi (Uninterrupted Work Cycle)

Dalam pendidikan tradisional, anak-anak selalu memiliki jadwal pelajaran setiap harinya yang diatur durasi waktunya secara spesifik. Anak-anak memiliki periode kerja yang panjang dimana anak-anak memiliki waktu yang cukup untuk membangun minat, fokus dan konsentrasi yang tidak terganggu selama bekerja. Siklus kerja yang demikian biasa berkisar antara 2,5-3 jam bagi anak usia 3 tahun ke atas. 

“Pikiran membutuhkan waktu untuk mengembangkan minat, untuk digerakkan, untuk siap memahami suatu subjek, untuk mencapai keadaan pekerjaan yang optimal. Jika pada saat ini terjadi gangguan, maka tidak hanya periode kerja optimal yang hilang, tetapi gangguan tersebut menimbulkan sensasi tidak menyenangkan yang identik dengan kelelahan.”

 -Dr. Maria Montessori, What You Should Know About Your Child

Anak-Anak Belajar dengan Material Montessori di Kelas Montessori

Aspek Material 

Material Montessori Tersedia Lengkap

Banyak sekolah menggunakan kata “Montessori” untuk menarik perhatian sedangkan hanya ada beberapa material yang tersedia di dalam kelas. Sekolah Montessori yang otentik memiliki ruang lingkup dan urutan material montessori yang lengkap dan disusun secara rapi per area mengacu pada prinsip dari sederhana ke komplek dan konkret ke abstrak.

Material Kegiatan Seni, Kerajinan Tangan dan Musik

Sekolah Montessori memberikan kesempatan eksplorasi bagi anak untuk menggunakan alat dan bahan untuk aktivitas Seni, Kerajinan Tangan dan Musik. Misalnya, dengan menyediakan nampan berisi kegiatan Seni dan Kerajinan Tangan dengan tema tertentu di rak terbuka yang dapat diakses dengan mudah, anak dapat menumbuhkan kecintaan akan Seni sedini mungkin. 

Aspek Anak

Kebebasan dengan Batasan

Anak memiliki kebebasan untuk bergerak dengan batasan-batasan yang telah disepakati dan dipahami bersama. Pemandangan dinamis dimana anak yang berbeda-beda sedang berdiri, duduk, berjalan, menggunakan seluruh tubuh untuk bergerak dan bekerja adalah hal yang wajar di dalam sekolah Montessori. Tata krama dan rasa hormat terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan menjadi bagian dari kebebasan tersebut. 

Tidak Ada Hadiah atau Hukuman.

Tidak ada stiker bintang ataupun pojok hukuman untuk mengubah perilaku anak. Tidak ada sogokan ataupun pujian berlebihan yang terdengar dalam interaksi anak dan guru. Sekolah Montessori percaya bahwa anak memiliki motivasi intrinsik untuk mengerjakan sesuatu tanpa harus mendapatkan validasi eksternal. Pada situasi lainnya saat anak melanggar aturan atau tidak mampu mengelola emosinya, validasi emosi dan tuntunan untuk meregulasi emosi lah yang mereka butuhkan, bukan hukuman. 

Tidak Ada Ujian dan PR (Pekerjaan Rumah)

Sekolah Montessori yang otentik tidak memberikan ujian dan tugas rumah kepada anak. Pada umumnya ujian tertulis menggeneralisasi proses belajar anak yang sebenarnya berbeda-beda dan dinamis. Hal ini bertentangan dengan prinsip Montessori yang mengutamakan pembelajaran yang sifatnya individu dan unik. Anak-anak di sekolah Montessori juga tidak membawa lembar kerja Pekerjaan Rumah (PR) yang wajib dikerjakan karena Montessori percaya anak-anak lebih memerlukan aktivitas lain seperti bermain, berolahraga dan eksplorasi alam. 

Kesimpulan

Ada banyak sekolah Montessori namun tidak semua sekolah Montessori benar-benar menerapkan filosofi dan prinsip Montessori. Selayaknya gaya hidup, Montessori bukanlah sekedar kurikulum melainkan sebuah jiwa yang kemudian mempengaruhi seluruh aspek. Oleh karena itu, jika Anda hendak memilih sekolah Montessori yang tepat untuk anak Anda, selalu observasilah secara menyeluruh baik dari aspek sekolah, guru, kelas, material dan bagaimana anak diperlakukan di dalamnya. Kita ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita. 

FAQ

Maria Montessori memandang anak sebagai individu yang mandiri, kompeten, dan penuh rasa ingin tahu. Ia percaya bahwa anak memiliki potensi luar biasa untuk belajar dan berkembang dengan caranya sendiri. Peran orang dewasa adalah untuk memfasilitasi dan membimbing anak dalam proses belajarnya, bukan untuk mendikte apa yang harus mereka kerjakan.

Model pendidikan Montessori berpusat pada anak. Anak-anak memiliki kebebasan untuk memilih material yang mereka kerjakan. Guru bertindak sebagai fasilitator, menyediakan lingkungan belajar yang aman dan terstruktur menggunakan material Montessori.

Pada umumnya Sekolah Montessori memiliki program untuk anak usia dini (2,5-6 tahun). Akan tetapi ada juga yang membuka program untuk Batita (0- 3 tahun) dan Sekolah Dasar (6-12 tahun). Perlu diingat bahwa usia ideal untuk memulai sekolah Montessori berbeda-beda untuk setiap anak. Orang tua harus mempertimbangkan kesiapan anak mereka sebelum memutuskan untuk mendaftarkan mereka ke sekolah Montessori.

Montessori Diploma 3-6 Years Online Course
Montessori Lower Elementary 6-9 Years Certificate Course
Montessori Certificate 3-6 Years Online Course
Short Certificate Courses 2-6 Years for Parents and Educators