fbpx

APA YANG MEMBUAT LINGKUNGAN YANG DISIAPKAN OLEH MONTESSORI LEBIH UNGGUL?

Lingkungan yang disiapkan Montessori adalah karakteristik utama dari program Montessori. Menurut penciptanya, Maria Montessori, “lingkungan yang dipersiapkan” dirancang untuk memungkinkan adanya kemandirian dan interaksi maksimal yang nantinya hal ini akan memfasilitasi pembelajaran.

Pada akhirnya gurulah yang bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan ini untuk memberikan kebebasan anak dalam belajar. Bagaimana ruang kelas Montessori memenuhi kebutuhan seorang anak dalam proses pembelajaran? Apakah hal ini yang membuat Metode Montessori lebih unggul daripada yang lain?

PENJELASAN MENGENAI LINGKUNGAN YANG DIPERSIAPKAN MONTESSORI

Gagasan tentang ‘lingkungan yang dipersiapkan’ dalam konteks Metode Montessori adalah bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan seorang anak di kelas bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran atau penemuan pada anak. Ini adalah karakteristik umum dari kelas Montessori untuk memfasilitasi anak dalam berbagai kegiatan.

Pada saat yang sama, lingkungan belajar menawarkan kebebasan bagi anak untuk mengeksplor lebih jauh dengan menggunakan bahan sensorik yang sesuai dengan perkembangan mereka. Bahan dan lingkungan ini adalah hasil dari penelitian selama bertahun-tahun serta studi tentang kebiasaan perkembangan alami anak. Oleh karena itu, kelas Montessori diciptakan untuk membantu anak dalam menemukan potensi unik mereka dimana guru berperan sebagai fasilitator di lingkungan itu.

Kelas Montessori dirancang untuk menawarkan alat dan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan seorang anak. Sehingga hal ini menjadi cara agar mereka dapat memandang pembelajaran sebagai hal yang menyenangkan dan interaktif karena mereka belajar tanpa mereka sadari. Pendidik Montessori percaya bahwa jenis pembelajaran ini adalah sesuatu hal yang menyenangkan sehingga anak tidak mudah bosan dan dapat bertahan lama dalam proses pembelajaran serta hal ini akan mereka bawa ketika mereka tumbuh dewasa dan terus maju dengan perkembangan mereka.

PRINSIP KUNCI DARI LINGKUNGAN YANG DIPERSIAPKAN

Jika Anda seorang guru atau pendidik Montessori yang ingin mengoptimalkan pembelajaran siswa Anda, atau orang tua yang ingin menggunakan konsep lingkungan yang disiapkan Montessori di rumah, akan jadi lebih baik jika Anda mengetahui prinsip dasarnya. Singkatnya, konsep ‘lingkungan yang dipersiapkan’ adalah tentang kebebasan dimana anak diberi kemampuan untuk belajar dengan cara yang selaras dengan perkembangan mereka tanpa adanya unsur pemaksaan. Kelas Montessori memilih kegiatan dan alat yang konstruktif untuk mengembangkan dan membuka beragam keterampilan yang penting untuk mendukung proses pembelajaran dan perkembangan Anak.

Berikut adalah komponen kunci dari lingkungan yang dipersiapkan dalam kelas Montessori.

KEBEBASAN

Dalam lingkungan yang disiapkan Montessori, seorang anak memiliki kebebasan untuk terlibat dalam kegiatan atau materi konstruktif yang tersedia bagi mereka di kelas. Tidak seperti dalam pengaturan ruang kelas tradisional di mana anak harus melakukan seperti yang diperintahkan oleh para guru, kelas Montessori berbeda karena anak-anak didorong untuk berinteraksi dan mengeksplorasi sendiri.

Tentu saja, masih ada struktur dan jadwal tetapi anak-anak diberi kebebasan untuk mengikuti keinginan alami mereka. Mereka dapat memilih bahan untuk dikerjakan dan terlibat dalam kegiatan yang menarik bagi mereka. Para guru bertindak sebagai fasilitator sehingga mereka dapat mengawasi setiap pergerakan anak. Inilah cara untuk memastikan ada batasan tertentu terhadap kebebasan anak sehingga pembelajaran tidak kacau tetapi tetap produktif dan efisien.

STRUKTUR DAN KETERTIBAN

Sehubungan dengan poin di atas tentang kebebasan di ruang kelas Montessori, salah satu kritik utama yang dimiliki metode ini adalah kurangnya struktur dan ketertiban. Faktanya, “lingkungan yang disiapkan” dari sekolah Montessori adalah semua tentang struktur dan ketertiban. Maria Montessori beranggapan bahwa beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak sangat berperan dalam bagaimana mereka menyusun dunia internal mereka. Struktur ini didasarkan pada lingkungan eksternal mereka.

 

a montessori prepared environment

 

‘Lingkungan yang dipersiapkan’ dikembangkan berdasarkan ide ini – untuk menciptakan lingkungan yang mendorong kemampuan anak untuk mengembangkan struktur, ketertiban, pengendalian diri, dan disiplin diri. Hal ini bertujuan untuk mengajar anak Anda tentang keseimbangan antara kebebasan dan disiplin. Ruang kelas di lingkungan Montessori meniru cara kerja alam semesta.

LINGKUNGAN SOSIAL

Lingkungan sosial adalah tempat ‘lingkungan siap’ paling unggul. Lingkungan ini dirancang untuk mempromosikan dan memfasilitasi interaksi di antara siswa dari usia 3 hingga 6 Tahun. Hal ini berdampak untuk memberikan inspirasi pada anak untuk belajar dari sesama anak sekaligus mengembangkan rasa empati, mengasihi, dan menghormati orang lain. Dengan adanya interaksi anak terhadap teman sebayanya, anak menjadi lebih sadar dan siap secara sosial. Ada banyak kegiatan di kelas Montessori yang dilakukan dalam kelompok, yaitu bagaimana ia memelihara interaksi sosial. Pengaturan kelas multi-usia juga memperluas perspektif anak di usia muda karena mereka dipengaruhi oleh teman sebaya mereka. Pada saat yang sama, hal ini dapat mengembangkan kualitas kepemimpinan di antara anak-anak yang lebih tua.

LINGKUNGAN INTELEKTUAL

Lingkungan sosial di kelas Montessori dilengkapi dengan mengembangkan lingkungan intelektual. Tujuan dari pendidikan Montessori adalah untuk membentuk karakter anak secara intelektual dan akademis, bersama dengan aspek sosial dan emosional. Oleh karena itu kurikulum Montessori dibangun dengan struktur intelektual yang membantu dalam pengembangan sensorik sekaligus meningkatkan kapasitas anak dalam bahasa, matematika, dan mata pelajaran budaya lainnya. Kurikulum pendidikan Montessori meletakkan dasar dalam proses pembelajaran yang dapat terjadi pada usia muda.

Dengan menggabungkan lingkungan sosial dan intelektual, siswa Montessori dapat mengubah diri mereka menjadi pelajar yang mandiri dan memiliki motivasi diri.

GURU MONTESSORI

Peran seorang guru tidak dapat diabaikan di ruang kelas Montessori. Hanya karena anak-anak didorong untuk tujuan penemuan dan pembelajaran diri, itu tidak berarti bahwa peran guru diremehkan, atau dalam beberapa kasus, dapat dikeluarkan. Kenyataannya adalah, guru berfungsi sebagai penghubung dinamis antara lingkungan yang disiapkan Montessori dan kebutuhan anak. Sewaktu anak-anak menemukan dan mengamati, para guru berfungsi sebagai penuntun yang akan menafsirkan penemuan-penemuan baru dan pembelajaran untuk anak tersebut. Secara alami seorang anak ingin tahu, maka peran guru yang akan memberi mereka pemahaman penuh tentang apa arti dari penemuan itu.

Para guru di lingkungan Montessori juga mempersiapkan dan mendorong anak-anak untuk terus belajar, secara bertahap membentuk mereka menjadi pemikir yang berpengetahuan luas. Juga merupakan tanggung jawab guru untuk memelihara suasana di lingkungan kelas Montessori yang akan membawa tingkat kesuksesan tertinggi.

LINGKUNGAN YANG DISEDIAKAN DAN PENGEMBANGAN ANAK

Sederhananya, lingkungan yang disiapkan dirancang berdasarkan perkembangan alami anak. Lingkungan kelas, kegiatan, dan materi pembelajaran hanyalah saluran yang digunakan untuk memungkinkan seorang anak mengekspresikan kebutuhan perkembangan mereka. Tidak semua anak dapat merespons kegiatan dengan tingkat antusiasme yang sama untuk belajar, tetapi semua anak akan menemukan kegiatan yang sesuai dengan mereka. Inilah yang membedakan lingkungan yang dipersiapkan dari yang lainnya. Hal ini tidak mengikuti jalur linear untuk belajar karena ia beradaptasi sesuai dengan kebutuhan setiap anak.

Mempelajari berbagai sumber daya Montessori seperti Montessori yang disiapkan dalam bentuk PDF dan buku, membantu Anda untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana Anda dapat menyalurkan rasa ingin tahu alami seorang anak ke dalam pekerjaan produktif yang akan memenuhi kebutuhannya akan pembelajaran dan pengembangan.

No Comments

Post A Comment