Child washing vegetables with his father.

8 Prinsip Utama Metode Montessori

Metode Montessori adalah kurikulum terintegrasi, yang disusun berdasarkan penelitian dan pengamatan Dr. Montessori. Metode ini menumbuhkan kecintaan belajar dan memberdayakan anak untuk menjadi mandiri dan termotivasi secara internal.

Baik Anda orang tua, guru, pengasuh, atau siapa pun yang ingin membantu tumbuh kembang anak, memahami 8 prinsip utama pendidikan Montessori akan memungkinkan Anda untuk memahami bagaimana Anda dapat bekerja sama dengan anak-anak.

Mungkin terlihat mudah untuk memberikan material Montessori pada anak dan menyuruh mereka menggunakannya. Namun, keefektifan sebenarnya dari metode Montessori bergantung pada pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip utama ini.

Tanpa fondasi ini, manfaat dan potensi transformatif dari pendidikan Montessori dapat hilang.

Nah, apa saja 8 prinsip tersebut?

Gerakan dan Kognisi

“Anak itu melihat tindakan yang sama diulangi pada waktu yang sama setiap hari dengan cara yang sama. Ini menarik perhatiannya. Anak-anak memiliki pemahaman tentang urutan kegiatan dalam waktu. Ini seperti memori otot, memori gerakan dan waktu.”
Maria Montessori
The 1946 London Lectures

Maria Montessori percaya bahwa gerakan sangat penting untuk pembelajaran. Anak-anak perlu menjelajah agar dapat belajar secara efektif. Ini berarti bahwa gerakan diperlukan. Gerakan adalah fundamental bagi kehidupan dan kognisi.

Oleh karena itu, saat mempersiapkan lingkungan Montessori, pastikan ada cukup ruang bagi anak-anak untuk bergerak dan bebas bereksplorasi. Ini adalah aspek penting dari pendidikan Montessori.

Pilihan

Pilihan adalah motivator dasar manusia. Penelitian telah menunjukkan bahwa setiap orang memerlukan rasa memiliki kontrol terhadap pembelajaran dan kesejahteraan mereka untuk meningkatkan kehidupan mereka.

Ketika anak-anak diberi pilihan, seperti memilih material dari rak, mereka merasakan adanya kontrol atas pembelajaran mereka. Rasa kontrol ini dapat mengarah pada peningkatan pembelajaran dan kesejahteraan secara keseluruhan yang pada akhirnya menumbuhkan kecintaan pada eksplorasi dan keterlibatan yang lebih dalam dengan proses pembelajaran.

Anak memilih aktivitas dari rak Montessori.

Minat

Minat adalah bahan bakar untuk belajar. Sama seperti orang dewasa, anak-anak belajar paling baik saat mereka penasaran dan tertarik. Ketika mereka tertarik pada sesuatu, mereka secara alami akan lebih terdorong dan termotivasi untuk belajar lebih dalam. Mereka juga akan lebih mudah mengingat informasinya.

Guru Montessori memupuk minat anak-anak dengan menyediakan material-material khusus dan kesempatan untuk bereksplorasi. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk mengikuti minat alami mereka dengan kecepatan mereka sendiri, saat memilih material untuk dikerjakan. Ini membantu menumbuhkan rasa kepemilikan dalam pembelajaran mereka dan pemahaman yang lebih mendalam.

Menghindari Penghargaan Ekstrinsik

Montessori menghindari penghargaan ekstrinsik seperti stiker atau bintang. Fokusnya adalah pada kesenangan belajar dan menguasai keterampilan baru yang berasal dari dalam diri anak, yang disebut motivasi internal.
Ketika anak diberi hadiah untuk menyelesaikan tugas, fokus mereka beralih ke hadiahnya, bukan kepuasan belajar yang lebih dalam. Ini dapat mengurangi dorongan internal mereka untuk belajar dan menemukan sesuatu sendiri.

“Dia (guru) memahami dan percaya bahwa anak-anak harus bebas memilih pekerjaan mereka sendiri seperti juga mereka tidak boleh diganggu dalam aktivitas spontan mereka. Tidak ada pekerjaan yang boleh dipaksakan – tidak ada ancaman, tidak ada penghargaan, tidak ada hukuman. Guru harus tenang dan tidak terlalu ikut campur, menunggu dengan sabar dan hampir menarik diri dari situasi tersebut, sehingga mengurangi dominasi dan memberi ruang yang luas bagi semangat anak untuk berkembang.”
Maria Montessori
The Absorbent Mind

Belajar dari dan Bersama Teman Sebaya

Belajar dari dan bersama teman sebaya adalah cara yang bagus bagi anak-anak untuk belajar. Di kelas Montessori, di mana anak-anak berusia tiga hingga enam tahun dikelompokkan bersama, mereka dapat belajar satu sama lain. Anak-anak yang lebih muda menonton dan meniru apa yang dilakukan anak-anak yang lebih tua, dan anak-anak yang lebih tua dapat menunjukkan kepemimpinan dengan membimbing yang lebih muda. Dengan cara ini, anak-anak belajar bersama dan dari satu sama lain, menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif.

Belajar dalam Konteks

Untuk membuat pembelajaran lebih efektif, sangat penting untuk menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata. Misalnya, jika Anda mengajar tentang serangga, alih-alih hanya menggunakan gambar, ajak anak-anak berjalan-jalan untuk mengamati serangga di lingkungan alami mereka, seperti di taman atau di bawah pohon. Pendekatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menarik, karena anak-anak dapat menghubungkan pengamatan mereka dengan dengan yang mereka pelajari di kelas. Dengan menciptakan ‘meja alam’, pengalaman belajar menjadi lebih menarik dan memperkaya pengalaman belajar.

Interaksi Orang Dewasa

Hubungan yang baik antara orang dewasa dan anak kecil dapat membuat anak tumbuh dengan lebih baik. Guru yang pintar berinteraksi dengan anak dapat membantu mereka berkembang dengan maksimal. Di pendidikan Montessori, kami mengajarkan cara khusus untuk guru agar dapat berinteraksi dengan anak dengan baik. Cara ini berfokus pada penggunaan bahasa dan gaya interaksi. Dengan menggunakan cara-cara ini, guru bisa menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sehingga anak dapat berkembang lebih baik.

Kelas Montessori yang tertata rapi dengan bahan ajar praktis.

Keteraturan dalam Lingkungan dan Pikiran

Pernah masuk ke ruang kelas Montessori? Anda akan disambut oleh suasana yang tenang dan teratur. Ruangan tersebut dibagi menjadi zona-zona yang jelas, masing-masing dengan material pembelajarannya sendiri. Setiap barang memiliki tempat khusus, dan di sanalah Anda akan menemukannya, bahkan setelah hari yang sibuk. Penekanan pada keteraturan ini lebih dari sekadar kerapian.
Maria Montessori percaya bahwa lingkungan yang teratur akan membentuk pikiran yang teratur. Ketika anak belajar untuk menghormati lingkungan mereka dan mengembalikan material ke tempatnya, mereka mengembangkan rasa struktur dan organisasi dalam diri mereka sendiri. Keteraturan fisik ini menjadi cerminan bagi proses mental mereka, membantu mereka mengkategorikan informasi dan mengembangkan pemikiran yang jernih. Ini adalah cara yang ampuh untuk mendukung pertumbuhan kognitif anak.

Kesimpulan

Metode Montessori lebih dari sekadar menyediakan material khusus untuk anak-anak. Ini adalah pendekatan menyeluruh yang menumbuhkan kecintaan belajar melalui gerakan, pilihan, dan kegembiraan menemukan sesuatu sendiri. Dengan memahami delapan prinsip utama yang dibahas di sini, orang tua, pengasuh, dan pendidik dapat menciptakan lingkungan yang memelihara rasa ingin tahu alami anak, kemandirian, dan motivasi diri.

Siap untuk mendalami lebih jauh? Unduh ebook gratis kami, “Apa itu Montessori?” untuk mempelajari lebih lanjut tentang filosofi Montessori dan aplikasi praktisnya. Selain itu, ketahui lebih detail program kami untuk melihat bagaimana Anda dapat menerapkan prinsip-prinsip ini di kelas atau rumah Anda, memberdayakan anak-anak usia dini untuk mencapai potensi penuh mereka.

FAQ

Metode Montessori berlandaskan pada delapan prinsip inti. Anak-anak belajar paling baik dengan bergerak dan menjelajah (Gerakan & Kognisi). Mereka berkembang dengan baik dengan adanya pilihan dalam pembelajaran mereka (Pilihan) dan ketika rasa ingin tahu alami mereka terpicu (Minat). Kelas Montessori berfokus pada kegembiraan belajar itu sendiri, bukan penghargaan eksternal (Motivasi Intrinsik). Anak-anak belajar dari dan bersama teman sebaya dalam kelompok usia campuran (Belajar dari Teman Sebaya). Koneksi dengan dunia nyata memperkuat pembelajaran (Belajar dalam Konteks). Komunikasi efektif dari orang dewasa mendorong lingkungan belajar yang positif (Interaksi Guru dan Anak). Terakhir, ruang yang tenang dan terorganisir membuat pikiran yang jernih (Keteraturan dalam Lingkungan dan Pikiran).

Anak-anak di lingkungan Montessori mendapatkan kemandirian melalui pilihan aktivitas dan material yang mereka gunakan. Pembelajaran praktis dengan sedikit campur tangan memungkinkan mereka untuk memecahkan masalah dan merasakan kepuasan dari menyelesaikan tugas sendiri. Aktivitas Montessori sering kali berfokus pada keterampilan hidup praktis, membangun kemandirian dalam tugas sehari-hari.

Tentu saja! Buatlah ruang belajar yang khusus dengan menyediakan material-material yang mudah dijangkau. Berikan pilihan aktivitas dan ikuti minat anak Anda. Minimalisir gangguan dan fokus pada proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, Anda dapat memupuk keinginan alami anak Anda untuk belajar dan menjadi mandiri.

Montessori Diploma 3-6 Years Online Course
Montessori Lower Elementary 6-9 Years Certificate Course
Montessori Certificate 3-6 Years Online Course
Short Certificate Courses 2-6 Years for Parents and Educators